56
juga untuk mengetahui tehnik konseling apa saja yang lebih efektif untuk
menyelesaikan masalah yang terjadi di antara anggota konseling kelompok.
Bagaimanapun juga, konselor kelompok memiliki tugas tambahan dalam
pengarahan lalu lintas komunikasi, memfasilitasi proses kelompok, pemblokiran
kelompok perilaku yang merugikan, menghubungkan ide-ide, mengambil
konsensus, menjadi moderator diskusi, dan mendukung klien yang membutuhkan
dukungan dan kekuatan (bantuan). Menurut Trotzer (1977;35) fungsi
kepemimpinan dari kelompok konselor meliputi promosi, fasilitasi, inisiasi dan
bimbingan interaksi diantara anggota kelompok.
Dengan demikian maka jelas bahwa dalam upaya menjalankan fungsinya
secara optimal dalam bimbingan dan konseling kelompok, pimpinan kelompok
yang dalam hal ini adalah konselor selain harus memiliki kualifikasi sebagai
penyuluh kelompok seperti yang diutarakan oleh Natawidjaja (1998;35) bahwa
seorang pimpinan kelompok harus memiliki ketrampilan khusus yang meliputi :
(1) kemampuan mendengarkan secara aktif, (2) kemampuan untuk menyatakan
kembali ungkapan yang dikemukakan oleh klien, (3) Kemampuan untuk
menjelaskan, (4) kemampuan untuk merangkum, (5) kemampuan untuk
mengajukan pertanyaan, (6) kemampuan untuk menafsirkan, (7) kemampuan
untuk mengkonfrontasikan, (8) kemampuan untuk memantulkan perasaan,
(9) kemampuan untuk memberikan dukungan, (10) kemampuan untuk
memberikan empati,
(11).
kemampuan
untuk memberi
kemudahan,
(12). kemampuan untuk menggerakkan kelompok, (13) kemampuan untuk
menentukan tujuan, (14) kemampuan untuk menilai, (15) kemampuan untuk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar